MADRE: 13 Cerita karya Dee

1:55 PM


Karya Dewi 'Dee' Lestari

Buku berjudul Madre ini adalah  salah satu karya Dee yang entah sudah keberapa. Buku ini berisi 13 karya Dee, yang sebagian pernah diterbitkan sebelumnya. Karya-karya tersebut dibuat sejak 2006-2011.
Madre (2011)
Rimba Amniotik (2009)
Perempuan dan Rahasia (2006)
Ingatan Tentang Kalian (2006)
Have You Ever? (2010)
Semangkok Acar Untuk Cinta dan Tuhan (2007)
Wajah Telaga (2007)
Tanyaku Pada Bambu (2009)
33 (2009)
Guruji (2006)
Percakapan di Sebuah Jembatan (2006)
Menunggu Layang-Layang (2010)
Barangkali Cinta (2007)

Madre ini termasuk yang cepat gue selesaikan, hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, itupun sudah setengah mati untuk menahan hasrat menyelesaikannya cepat-cepat (since, belum ada buku lain yang bisa dibaca). Tapi, apa daya pesona dan daya tarik cerita dalam buku ini begitu besar dan tanpa terasa gue sudah sampai pada halaman 160, the last page of the book.

Buku ini terdiri dari 5 narasi, dan sisanya (8) berupa puisi dan prosa. Madre sendiri diambil dari salah satu cerita dalam buku ini, yang berjudul sama. Meskipun berjudul Madre (bahasa Spanyol, yang berarti Ibu) bukan berati cerita-cerita dalam buku ini seluruhnya bercerita tentang Ibu atau keibuan. Cerita-cerita dalam buku ini tentang cinta, kasih, perjuangan, penantian, pembuktian, pengorbanan, tentang perempuan, tentang persahabatan, dan Tuhan.

Untuk masalah teknis penulisan, gue rasa tidak perlu dikomentari, Dee tentunya sangat tahu bagaimana cara menulis yang baik. Saat membaca buku ini, ada rasa tidak ingin berhenti. Setiap kata, setiap kalimat begitu mengalir. Dan kisah yang dipaparkanpun menarik. Bahkan, walau beberapa cerita sudah bisa tertebak bagaimana akhirnya tapi tetap saja hasrat untuk terus membaca tidak terbendung. Bahkan tema cerita yang rasanya sudah umum diangkat, tetap mampu dijabarkan dengan menarik oleh Dee.

Dari 13 cerita dalam Madre, yang menjadi favorit gue cukup banyak, yakni Madre, Guruji, Menunggu Layang-layang, Semangkuk Acar Untuk Cinta dan Tuhan, dan Barangkali Cinta.
Entah kenapa, saat membaca Madre gue merasa seperti membaca sebuah buku terjemahan. Kemudian, gue membayangkan membaca buku tersebut dalam versi bahasa Inggris, pasti akan lebih manis dan menyentuh.

Namun sayangnya, walaupun berhasil membaca habis buku ini dalam waktu kurang dari 24 jam, gue yang intelektualitas dan kemampuan mengolah makna katanya rendah ini, merasa harus membaca ulang karya Dee ini karena tidak mengerti. Jadilah, untuk beberapa cerita gue ulang sampai beberapa tiga kali, tapi nampaknya masih juga belum gue mengerti. Keputusan akhir, gue akan mengulang membaca buku ini sampai 3 kali lagi. Toh buku ini menarik, jadi gue nggak keberatan untuk mengulang berkali-kali pun :p

Cheers and Beer,
Lisnaadwi

You Might Also Like

1 Comments

Instagram

Subscribe