Rasuk by The Trees and The WIld

10:40 AM



The Trees and The Wild adalah sebuah band asal kota Bekasi, terdiri dari tiga orang pria tampan; Personil-personilnya Iga Massardi, Remedy Waloni, & Andra B. Kurniawan. Rasuk adalah album perdana mereka, yang berhasil membawa mereka nge-hits banget sekarang.

Lagu di album Rasuk sendiri, terdiri dari 11 tracks;
Intro
Verdure
Honeymoon on Ice
Irish Girl
Malino
Our Roots
Berlin
The Noble Savage
Derau dan Kesalahan
Fight The Future
Kata

Gue beli album Rasuk setelah denger lagu Honeymoon On Ice dan karena banyak yang bilang mereka mirip Kings of Convenience. Setelah denger keseluruhan album, meeeeen, The Trees and The Wild jauh beda dari KoC. Dari track pertama aja beda banget. Tapi, ada dua track yg gue rasa musiknya agak mirip KoC: Berlin dan The Noble Savage. Petikan gitar di awal mirip tuh.

Gw baru merasa suka dan 'rasuk' ke album ini setelah berkali-kali dengerin. Alesannya karena lirik. Rasuk ga disertain lirik lagu, dan pronunciation Remedy fasih banget. Alhasil, ga pernah berhasil nangkep liriknya. Tapi, akhirnya gue menyadari keberadaan teknologi yang disebut internet, gue googling aja lirik-lirik lagunya. And yup, I found it. Lalu, setelahnya, gue jatuh cinta mampus sama Rasuk.

Berhubung gue bukan anak musik, jadi masalah teknis gue angkat tangan. Yang jelas, musik The Trees and The Wild kaya akan bunyi-bunyian. That's a +1. Ketiga personilnya gitaran semua, tapi pake juga instrumen-instrumen lain. Ini yg bikin musik The Trees and The Wild kaya bunyi-bunyian. Lalu, saat gue membaca semua info yang ada di album Rasuk, gue menemukan triangle and wine glass as their instrument. Hmm. Another +1.

Rasuk selalu asik didengerin kapan aja. Tapi, timing favorit gue untuk dengerin sih malem-malem, pake earphone sambil tutup mata. Atau saat di dalam kendaraan, tetep sambil tutup mata. Karna musiknya (menurut gue lho!) menenangkan, selain itu juga dengan tujuan untuk meresapi setiap musiknya. That's why gue notice sama kekayaan bunyi dalam tiap lagu.

Verdure, lagu pertama setelah intro, lagu yang dimulai dengan hentakan keras, jadi jangan langsung terbuai dengan track Intro yang 'cukup' tenang lalu memasang volume keras, karena akan dikagetkan dengan intro lagu Verdure ini. Ditambah dengan bunyi electric guitar dan synth.
Lalu, hadir bunyi siulan di lagu Fight The Future. Lagu Our Roots dimulai dengan nada yg menggoda untuk sedikit menggoyang pundak dan berkembang menjadi nada yg bersemangat dan beat up, yg membuat gue menghentakan kepala.
Bunyi perkusi di lagu Derau dan Kesalahan, yang menjadikan Derau dan Kesalahan sebagai lagu yg paling 'kenceng' di dalam album ini, ditambah pula dengan denting dari glockenspiel. Lagu paling keras, paling rame, sekaligus paling kaya dan variatif. Perkusi juga terdengar di lagu Irish Girl dengan tambahan alat musik violin, cello, serta drums. Yang menjadikan Irish Girl sebagai lagu kedua yg juga 'rame' setelah Derau dan Kesalahan.
Sedangkan, Berlin adalah lagu yg sederhana, akustik, hanya terdengar suara petikan 3 gitar dari awal hingga akhir ditambah dengan suara Charita Utamy sebagai backing vocal. Begitu pula dengan lagu Honeymoon On Ice.
Lalu, Kata. Lagu dengan lirik bahasa Indonesia ini, berdurasi 7 menit 55 detik. Kalau didengarkan sampai selesai, akan terdengar suara orang mengobrol dan suara anak kecil, lalu bunyi musik seperti gamelan khas Jawa pada menit ke 07:06.
The Noble Savage juga tidak jauh berbeda dengan Berlin, Kata, terutama Honeymoon On Ice. Diawali dengan musik dari petikan gitar Remedy, Iga, dan Andra, lalu juga terdengar suara dari electric guitar dan denting halus yang gue tebak berasal dari triangle.
Lagu yang menarik adalah Malino, yang dilengkapi dengan efek dari synth, terdengar juga suara kicauan burung dan suara aliran air yang membawa gue melayang ke Sulawesi Selatan dan menikmati keindahan Malino. How peaceful! :)

Orang-orang menyebut album Rasuk sebagai magis. Setuju!! There is something in their music that I can't explain. Sesuatu yg bikin Rasuk enak mulu didenger. Ada ketenangan, semangat, anger, sadness, pain, kerinduan, harapan, cinta di lagu-lagunya.

Lalu, another +1 untuk Rasuk karna ada unsur musik tradisional yang terdengar. Dan suara-suara backing vocals-nya bikin makin berasa magisnya. Lalu, dari 11 track itu, gue menjatuhi 'Berlin' dengan label favorite song. Tebak-tebak buah manggis (dan pasti benar), tentang hubungan sepasang kekasih yang tak lagi manis karena harus long distance. Bikin sedih lagunya.

Tapi lucunya, di antara band-band lain, The Trees and The Wild adalah band dengan lagu-lagu yg suliiiit dipahami maknanya. Konsepnya membingungkan.
Berikut gue selipin lirik salah satu lagu dari album Rasuk.
The Noble Savage
Bones and stones will collide with hopes
And fear of lust, old lust
Don't believe the words he sold so fierce
Through those tubes, old tubes
*Move inside your skin, I don't mind dying
Down to your heart inside and out
I wish I was blind just for a while
An ageless cloack covers the oak
Don't believe a word
Don't believe a word
Anchorage is so far don't you think?
But why we're feeling this blistering, blistering cold?
*Move inside your skin, I don't mind dying
Down to your heart inside and out
I wish I was blind just for a while
An ageless cloack covers the oak
Don't believe a word
It lurks like spinning to the wheels
Don't believe in words
I'll pay tribute to the wires and tubes
Wire and tubes
Wire and tubes
Setelah membaca lirik lagu di atas, jadi menurut lo lagu The Noble Savage ini tentang apa hayo??? Tebak dan interpretasikan sendiri deh ya ;p
Menurut gue, ini tentang televisi dan tontonan-tontonannya yang menyakitkan mata.

Setelah mendapatkan lirik lagu-lagunya (thanks to internet!), gw mencoba memahami arti dibalik tiap lirik. Tapi, kebanyakan malah bikin makin bingung. Bikin bertanya-tanya sebenarnya si pencipta lirik mau menyampaikan apa. But, in the end the album is always fun to listen.

Hmmm di antara album-album band Indonesia yang gue beli, Rasuk adalah yang paling sering gue dengerin. Dan seperti yang gue bilang, ga pernah bosan. Tapi, ini justru bikin gue takut. Takut berekspektasi buat album-album The Trees and The Wild (semoga dibuat *silang jari*) selanjutnya. Takut rasa takjubnya udah terlanjur abis di album pertama, lalu album kedua dan seterusnya udah terasa biasa aja dan ga surprise (SEMOGA SIH ENGGAK).
Over all, Rasuk adalah album favorit gue. Penting (sekaligus ga penting) untuk diketahui, gue punya album ini setaun lebih dan sedikit berharap tentang album baru.

Cheers and beer,
Lisnaadwi

P.S. semoga dibaca oleh pihak The Trees and The Wild dan mendapatkan respon, terutama tentang kegalauan akan album selanjutnya.

You Might Also Like

4 Comments

  1. udah dengerin "Nyiur" atau "Empati Tamako"?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai,
      Thank you for stopping by.
      Kebetulan belum denger tuh Nyiur ataupun Empati Tamako. Kenapa gitu? Bagus banget ya?

      Delete

Instagram

Subscribe