Transformers. No Sacrifice, No Victory

3:55 PM


Directed by Michael Bay | Starring Shia LaBeouf, Josh Duhamel, Tyrese GibsonMegan Fox | Producer Stephen Spielberg, Michael Bay | Written by Roberto Orci (screenplay and story), Alex Kurtzman (screenplay and story), John Rogers (story)

Oke setelah sebelumnya gue membuat review Transformers 3, kali ini akan mundur ke film pertamanya Transformers. Gue memberanikan diri untuk membuat review film ini setelah ketiga kalinya nonton. And I try so hard to write this review without emotion.

Transformers. Film perdana dari rangkaian kisah para robot yang bisa ber-transform ke dalam berbagai bentuk ini (especially cool cars), kali ini berkisah tentang kedatangan para Autobots dan Decepticons untuk mencari cube all sparks. Tujuan Decepticons ingin mendapatkan cube itu supaya mendapatkan kekuatan untuk mengendalikan semua teknologi di Bumi. Sedangkan, Autobots ingin mencegah itu karena hal itu bisa mendatangkan ancaman kepunahan bagi manusia Bumi.

Autobots yang muncul dalam film perdana ini adalah Optimus Prime, Bumblebee, Ironhide (MY FAVORITE!!), Jazz, Ratchet. Decepticons yang muncul; Megatron, Bonecrusher, Frenzy, Starscream.

Gue ingin mencari positif dan negatif dari film ini, tapi kenyataannya gue tidak berhasil menemukan satupun yang kurang dari film ini, entah karena gue terlalu baik atau karena gue sudah kelewat terpukau sama film ini sampe yang jeleknya gue deny. Whatever. Mungkin jeleknya adalah robot yang muncul sedikit, tapi itupun termaafkan mengingat ini merupakan film pertama, kalau langsung banyak yang ada penonton bingung banget pasti.

Satu kata yang menggambarkan film ini adalah memukau. Yang jelas, semua tokoh dalam film ini terlihat ‘do something’, nggak cuma sekedar lari sana-sini nggak jelas dan menuh-menuhin cerita (I hope you know what I mean here). Dari segi cerita sendiri, masalah yang diangkat dalam film ini nggak termasuk ‘common’ dan seluruh karakter terlibat dalam satu plot cerita yang sama. Berbeda dengan film ketiga yang antara human race dan Autobots seolah punya cerita masing-masing. Jadi, dalam film pertama ini, sangat terlihat keterikatan antara manusia dan robot. Dan keduanya punya peranan dan porsi yang seimbang dalam film. Apalagi kalau saat itu ada dalam 3D, pasti lebih oke lagi.

Dari segi robot, walaupun di film kedua gue sudah melihat robot yang amat sangat banyak, tapi nggak tau kenapa kemunculan robot di film pertama ini lebih memukau. Gue seneng banget setiap robot-robot bermunculan satu per satu (ya gue memang semudah itu untuk dipuaskan). Dan setiap robot mendapat porsi yang sama untuk menunjukkan kebolehannya. Ya walaupun the end of the film they take Jazz away (I was questioning where did Jazz go on my review Transformers 3 and I just realizing now after my third watch Transformers that Jazz was killed). Dan setiap robot diperkenalkan satu-satu dalam film ini. That’s what we need, recognizing the robots.

RIP Jazz :'(

Over all, I give 4 of 5 for this movie and I put this movie in ‘My Favorite Movie’ category. And I think, so far, this movie is the best among the whole Transformers 1 to 3. If there will be Transformers 4, I hope it will be better than the first and will be so much better than the third.


Cheers and Beer,
Lisnaadwi.


P.S. Dear captain Lennox, you are officially still has a special place in my heart side to side with Ironhide *kiss*

You Might Also Like

2 Comments

  1. Now, this is the ONLY Transformer film I like. Gak nonton yang ketiga sih, karena film kedua sukses bikin gw kapok sama franchise ini, dan ngebuat gw sadar kalo film2 robot2an macam ini bukan tipe film yang gw suka. Cuma mau nanya, udah nonton Real Steal, Na? Nah, itu baru film robot2an yang gw suka. :)

    ReplyDelete
  2. Manda: Karena gue cukup ngikutin kartunnya, jadi gue suka deh sama Transformers. Hehe. Sampai detik ini belom nonton :( Anyway, it's "Real Steel" not "Real Steal". Emang dirimu sudah nonton sampai selesai akhirnya?

    ReplyDelete

Instagram

Subscribe