Real Steel; Something a lot Better Than Nothing

5:16 PM


Directed by Shawn Levy | Starring Hugh Jackman, Dakota Goyo, Evangeline Lily | Produced by Stephen Spielberg | Written by John Gatins, Dan Gilroy, Jeremy Leven

Real Steel. I love love love this movie *nyengir lebar*. Well, di awal film cukup dibuat gemes dan kesel sama tingkah laku Charlie Kenton (Hugh Jackman) yang super sombong dan tinggi hati dan terbelit hutang sama banyak orang. Awal film lebih fokus pada hidup Charlie, serta kehadiran Max Kenton (Dakota Goyo) dalam hidupnya secara tiba-tiba. Hal ini membuat porsi robot di awal film sedikit, hanya sebatas pertarungan; Ambush dengan sebuah banteng hitam bernama Black Thunder. Lalu, pertarungan tinju antara Noisy Boy dan Midas.

Ambush
Noisy Boy vs Midas


Mulai tengah hingga akhir film, gue sukses dibuat nganga dan nyengir lebar tiada henti, terutama setelah ditemukannya Atom, sebuah sparingbot (robot pendamping latihan), robot peniru dari generasi kedua yang ditemukan di sebuah tempat pembuangan robot-robot yang sudah mati.

Atom layaknya sebuah perekat dalam hubungan Charlie dengan Max. Kehadirannya membuat keduanya jadi semakin dekat, sekaligus memperlihatkan betapa miripnya Max dengan Charlie, yang sama-sama keras kepala. Charlie digambarkan sebagai karakter yang bertindak tanpa berpikir, dia melakukan apapun yang terlintas di kepalanya and he do everything for money. Sedangkan Max, walapun keras kepala dan tinggi hati, tapi dapat terlihat dia sangat yakin pada apapun yang ia lakukan dan ia percaya pada Atom, seolah Atom juga mengerti dirinya.

Kedua karakter tersebut dibawakan dengan baik oleh Hugh Jackman dan Dakota Goyo. Ya kalau masalah acting Hugh Jackman, nggak usah ditanya apalagi untuk urusan acting penuh emosi (silakan tengok lagi film XMEN atau Wolverin kalau lupa). Sedangkan Dakota Goyo begitu memikat hati, ditambah kenyataan dia bisa nari (Max dan Atom melakukan tarian setiap sebelum bertarung. Lucuuuu). Stealing attention.

Atom (back). Max & Charlie (front)

Balik ke Atom, kehadiran Atom yang adalah robot generasi kedua yang nggak sengaja ditemukan di tempat pembuangan, lucunya langsung bisa memberi gebrakan pada dunia tinju robot. Si robot kecil ini bisa langsung menang pada pertandingan pertamanya melawan Metro di Zoo. Lalu, Atom terus menang pada pertarungan-pertarungan selanjutnya. Well, menurut gue terlalu kebetulan dan agak nggak masuk akal aja. Robot generasi kedua yang sudah dibuang, bisa dengan mudah hadir di tengah robot-robot baru dengan teknologi tinggi, dan bisa menang terus-menerus. Perbedaan antara Atom dan robot-robot baru berteknoogi tinggi itu juga sangat terlihat. Jadi seperti keajaiban dan keberuntungan yang menyebalkan bagi eksistensi robot lainnya. Walaupun, dalam film diperlihatkan bagaimana Charlie dan Max melatih Atom, tapi tetep gue nggak bisa semudah itu menerima.

The battle between Atom and Twin Cities then Atom and Zeus was really really MAD!! Kedua pertarungan itu seolah sukses membawa emosi penonton, terlibat dalam pertandingan, seperti sedang menyaksikan pertandingan tinju robot tahun 2020 beneran dan bukan sedang menyaksikan Real Steel di dalam bioskop. Me myself really like that feeling, I even trying  so hard not to yell every time Atom gave a punch to his rival. Kalau nggak inget di bioskop, mungkin gue udah tepuk tangan dan teriak-teriak kegirangan kali. Dan setiap kali Atom jatuh dan juri mulai menghitung, gue ikutan deg-degan setengah mati. Pokoknya KEREN banget!!

Atom vs Zeus

Satu hal lagi yang gue rasa kurang adalah cerita kehidupan lalu dari Charlie Kenton. Agak maksa tiba-tiba diceritakan dulunya dia petinju handal dan menunjukkan kemampuannya bertinju untuk melatih Atom. Kalau, di awal atau di antara fillm diperlihat sedikit bagaimana masa kejayaannya, mungkin akan lebih memuaskan.

But over all, Real Steel is really entertaining especially with some funny statements and expressions and behaviors. And it is really mad, nothing else it’s because of that crazy battle. Oh my God I really like it, I can’t stop smiling. So I don’t mind to give this movie 5 over 5. For the common but touchy drama, for the mad battle, for the cute Max, for the very great cinematography, and for the beautiful garden rooftop of Bailey’s. Then put it on my “Favorite Movie” list.

Last, before I finished this review. Gue agak keberatan kalau ada yang membandingkan film ini dengan Transformers, bukan karena gue penggemar Transformers, tapi karena menurut gue konsep kedua film ini berbeda. Apalagi kalau yang dibandingkan adalah robot-robotnya. Transformers are robots with their own mind, their own life, their own story, and their own world (the worst could be robots invasion on Earth) . Sedangkan konsep dari Real Steel adalah robot yang dirakit untuk kemudian dikendalikan oleh manusia (could be the new showbiz in 2020). They’re just different!! Bahkan, nggak bisa juga dibandingin dari segi cerita karena seperti yang gue bilang tadi di Transformers robot mempunyai cerita sendiri, sedangkan di Real Steel antara manusia dan robot masuk dalam cerita yang sama.

Well, that's all. Enjoy reading. Feel free to leave any comment ;)

Cheers and Beer,
Lisnaadwi


You Might Also Like

0 Comments

Instagram

Subscribe