Scott Pilgrim vs. The world

10:22 AM



Karya Edgar Wright
Produksi Universal Picture
Produser Edgar Wright
Dibintangi Michael Cera, Mary Elizabeth Winstead.

Film ini ber-genre komedi, fantasy, dibumbui action dan drama percintaan yang merupakan konflik utama dalam film ini. Film ini benar-benar bagus dan benar-benar menghibur. Saya bahkan dibuat tertawa dari awal hingga akhir film ini.

Konsep cerita yang ditawarkan dalam film berjudul Scott Pilgrim vs. The World ini sebenarnya sederhana dan sangat dekat dengan kehidupan remaja, kisah cinta remaja. Namun, konsep yang sederhana tersebut mampu dihadirkan dalam kemasan yang sangat menarik, yang menjadikan film ini sangat unik, karena sebelumnya tidak ada film dengan konsep cerita seperti Scott Pilgrim vs. The World ini.

Dalam film ini diselingi banyak animasi-animasi yang menjadi nilai tambah. Film ini seolah video game yang diangkat menjadi layer lebar. Saat Scott mulai melawan musuh-musuhnya, muncul strength meter Scott dan musuhnya. Film ini dibuat seolah-seolah video game, lawan yang kalah akan mati dan lenyap selamanya. Dalam salah satu pertarungan, Scott berhasil mendapatkan sebuah nyawa tambahan. Lalu, pada pertandingan berikutnya ia kalah dan mati, tetapi karena sebelumnya ia berhasil mendapatkan nyawa tambahan, ia dapat hidup kembali.

Pertarungan yang disuguhkan betul-betul menarik, terutama cara untuk saling mengalahkan satu sama lain. Saya dibuat terpukau dengan setiap karakter yang muncul dan kemampuan dari masing-masing karakter tersebut.
“Unique concept”, “simple-great story”, “good music also scoring”, dan “well animated”
adalah rangkaian kata yang saya anggap tepat untuk merangkum film Scott Pilgrim vs. The World.

Melalui film ini, pesan yang tersampaikan ketika mulai memutuskan untuk dekat dengan seseorang, bersiaplah untuk memperjuangkannya dan melawan ’dunia’ yang mungkin menentang hubungan tersebut. Akan tetapi, perlu diingat, sebelum memutuskan melakukan hal lain, pastikan hal yang sebelumnya dikerjakan sudah benar-benar selesai dan sudah tidak bermasalah sama sekali. Bertarung demi harga diri dan martabat diri mampu memberikan keberanian yang lebih besar, dibandingkan bertarung dengan tujuan untuk memenangkan seseorang.

Film ini berorientasi pada remaja, jadi jangan kaget jika di dalamnya ditemukan kata-kata yang agak kasar. Namun, bahasa yang digunakan juga mudah untuk dimengerti dan sangat remaja. Berikut saya kutip beberapa ucapan karakternya:
“She’s a creep, you’re a bitch. And you all deserve each other,” Ramona.
“This is something I have to face, myself,” Scott.

Beruntung saya tidak membaca komiknya sebelum menonton filmnya, sehingga saat menonton saya tidak menaruh harapan yang terlalu besar terhadap film ini karena dari beberapa review yang saya baca, 20% mengatakan bahwa film ini buruk. Dan jumlah 20% itu adalah mereka yang telah membaca komik Scott Pilgrim vs. The World sebelumnya.
Tidak ada rasa bosan sama sekali selama menonton film ini, karena cerita dan penggambarannya yang sangat menarik dan unik. Michael Cera yang menjadi Scott, dengan wajah manis nan lugu, geek, menjadi tambahan nilai lagi bagi film ini.

Ditambah dengan keahliannya bermain bass, yang benar-benar memukau. Keahliannya bermusik tidak perlu diragukan, dalam beberapa film-film Cera lainnya pun, ia selalu terlibat dengan musik, sebut saja Juno dan Nick and Norah’s Infinite Playlist.
Saya sulit menemukan kelemahan dari film ini, karena sudah terlalu terpukau sejak pertama film ini diputar, bahkan hingga akhir film saya masih dibuat tersenyum karena film ini begitu menarik. Secara keseluruhan, saya memberikan nilai 4.5 dari 5. Dan sangat menyarankan untuk menontonnya, terutama jika sedang ingin mendapatkan hiburan dan melihat film dengan konsep yang berbeda dan unik.

You Might Also Like

0 Comments

Instagram

Subscribe