Jakarta Love Riot

4:30 PM


Review:
PLUS.

Over all, this show was really really entertaining. Banyak sekali ceplas-ceplos nakal, menggelitik. Dance-nya, ga usah ditanya. KECE!! Permainan ligthing-nya juga bagus banget. Komedinya kena gitu.
Hmmm
3 of 5
deh
Pas nonton, sayangnya yg jadi bu Hudi Hadiprana si Cut Tari, padahal penasaran banget pengen liat Sarah Sechan ber-teater. Well, Cut Tari lumayanlah, walaupun agak disayangkan dia ga ada scene nyanyi ataupun nari.
Uli Herdinansyah. Bo', suaranya keren, menjangkau seluruh sudut ruang teater. Tapi kok, perannya dikit, ya. Awalnya gue pikir dia akan memegang peranan penting di teater ini. Anyway, itu nge-DJ nya beneran gak tuh?
Bayu Oktara. OH MY ternyata bisa nge-rap lho doi. Ternyata eh ternyata :D. Daaaaaaaaan kau sangat om om centil, Bayu.
Patih. seorang anak kecil nan lucu dan menggemaskan. Dia memerankan karakter Raja. Imuuuut banget. Ditambah pas closing, tiba-tiba di salto. OH MY!! Anak siapa, sih, dia? Ngaku, deh!!


MINUS.
Satu kelemahan dari pertunjukkan teater ini adalah: ceritanya gak kuat, konsep ceritanya terlalu cheasy. Kalo temen gue bilang, ceritanya FTV banget.

QOUTE.
"Cinta campur citra cuma jadi cekcok" - tagline-nya Jakarta Love Riot
"Aku tertawa melihat mentari pagiOrang bertanya kenapaJawabku sederhanaAku jatuh cinta..." - Ini bagian dari lirik salah satu lagu yang dinyanyiin.

BEST SCENE.
1. "Welcome To Our World: BITCH" ini scene pertama di pertunjukkan ini. Dan gue langsung terkesima oleh tata lampunya. Kostum yg dipake penarinya kece. Mengingatkan gue sama Step Up 3.
2. "Tap Dance". Scene dua orang cewek-cowok melakukan tap dance. Itu baguuuuuuuuus banget. Love it.
3. "Romancing Soto". Lagunya enak, dance-nya manis dan membuai. Menjadikan scene ini melekat diingatan.


Cheers and Beer,
Lisnaadwi

You Might Also Like

0 Comments

Instagram

Subscribe