Decompression #10 (Ruang Rupa 10 Tahun)

7:16 PM

Ruang Rupa adalah sebuah artist’s initiative yang didirikan oleh seniman-seniman yang merasa, perlu adanya sebuah tempat untuk memamerkan karya-karya mereka, pada tahun 2000. Ruang Rupa berlokasi di Jalan Tebet Timur Dalam Raya no. 6, Jakarta.
Decompression #10 merupakan acara yang diselenggarakan oleh Ruang Rupa untuk merayakan eksistensinya selama satu decade, 10 Tahun. Tema yang digunakan untuk acara ini adalah ‘Merentang Ruang dan Publik’ – ‘Expanding the Space and Public’. Rangkaian acara Decompression #10 ini antara lain; pameran, seminar, workshop, pemutaran film, serta festival musik. Acaranya diselenggarakan di Galeri Nasional (28 Desember – 17 Januari) dan Galeri Cipta II, TIM (7 – 27 Januari)

Pendapat gue pribadi sih rangkaian acara Decompression #10 ini kece-kece. Menarik, unik, and somehow out of mind. I found so many interesting things that I’ve never think about ‘em before. One word: Cool. Berikut gue akan sedikit memperlihatkan barang-barang yang dipamerkan di pameran Decompression #10 ini. Bisa dibilang me-review salah satu pameran di Galeri Nasional.
Di Galnas, Decompression #10 bikin 4 pameran di empat gedung A,B,C, dan Bangsal. Tapi berhubung gue jadi volunteer buat jagain buku tamu di gedung A, jadi yang akan gue review adalah pameran gedung A aja. Jangan iri, karena gue cuma sesekali doang ke gedung-gedung lainnya. Then, that makes me don’t have any opinion about the exhibition on the other buildings.
Pertama kali gue liat pameran gedung A adalah hari kedua. Hal yang gue ucapkan berkali-kali adalah “Gila. Otaknya pada diapain, sih? Nemu aja ide beginian”. Dan sampai hampir seminggu ke depan gue masih terus mengucapkan kalimat itu. Pamerannya kece abis, memukau dan mengagumkan. Menarik banget. Padahal, kalau dipikir-pikir lebih jauh, sih, seniman-seniman ini cuma menghasilkan karya yang simple, tapi saking simple-nya sampai nggak terpikir oleh yang lainnya untuk bikin hal yang serupa sebelumnya. Buat, kalian yang baca ini dan sempet dateng ke pameran-pamerannya pasti setuju sama gue.

Ini adalah karya Syagini. Koper putihnya kece ya, naksir deh.

Maaf untuk karya ini, gue lupa nama senimannya.

Ini juga lupa. Hehe. Jadi, baju-baju ini disablon dengan jenis pekerjaan terus berdasarkan cerita, bajunya dikasih ke orang yang bersangkutan. Selain dua baju yg di depan itu, ada baju-baju lain yang ber-sablon 'Pemulung', 'Tukang Bohong', 'Pelacur', dan lainnya.

'Everybody is a Vampire'. Foto cantik-tampan mah biasa, tapi seniman yang satu ini ngajak banyak orang berfoto tidak cantik-tampan, karena harus menggunakan gigi vampir. Dan bisa dipastikan idenya bukan karena nonton Twilight kok.

Foto kadang jadi identitas profesi. Pernah nggak kalian berpikir untuk foto dengan berbagai macam profesi, dari penyelam, traveller, pemain bulu tangkis, atlet taekwondo, dll? Gue sih nggak pernah. Dan kayaknya cuma mas Angki Purbandono tuh yang pernah berpikir kayak gini.


Jakarta dulu dan sekarang. Banyak sekali yang berubah.


Ini juga tentang masa lalu dan masa kini, tapi ini adalah karya personal dari seniman-senimannya dan keluarga mereka, Indra Ameng, Ade Darmawan, dll.

Ini dibuat pas malam pembukaan, 28 Desember. Menggunakan bola buat ngewarnain dan ada warna-warna yg agak butek, itu adalah warna dari jengkol yang ditumbuk. Insane!



Konsepnya hampir sama dengan kaleng waktu. Diisi sama barang-barang yang pengen dimasukkin plus sebuah pesan buat diri di masa depan, tepat tahun 2020. Karya Irwan Ahmett. Ini juga baru dibuat pas tanggal 28 Desember, Pembukaan.


Karya Ade Darmawan & Reinhart Vanhoe. Yang gue tangkep dari karya ini adalah respon tentang bad infrastructure di Indonesia akibat banyaknya Goverment's unfinished project, terus ditinggalin gitu aja pula. Itu yang gue tangkep lho, gak tau deh maksud sebenernya, ga sempet nanya sama seniman yg bersangkutan.

PicniKIT karya Dina. Ini karya lucu abis, respon buat iklan-iklan di tipi, yang belanja dari rumah itu lho, tinggal hubungi nomor blablabla :D

The Apartment Project.






"Follow Me" para snipper ini nempel di tembok-tembok tinggi.

Ini adanya di ruang RURU.Zip kolaborasi antara ruang rupa dengan IVAA (Indonesian Visual Art Archive), Jogja.

Tadinya mau masukin semua foto, gak usah lah ya.

Galnas, gedung B. Seperti yang gue bilang, gue nggak akan nge-review, cuma mau memberi gambaran umum aja tentang pameran di gedung B. Gedung B ini diisi sama RURU and Friends juga, isinya pameran seni video dan grafis (nerupakan daerah terlarang bagi kamera dan terdapat daerah 17+). Video-video yang dipamerin merupakan video-video dari acara OK.Video – salah satu acara rutinnya Ruang Rupa. Grafis yang dipamerin di sini berupa poster dan komik terkecil di dunia karya Oomleo. Dan FIY, komik ini menjadi salah satu karya favorit gue dari rangkaian pameran ini. By the time you get the chance to read the comic, you’ll understand why I like it.
Galnas, gedung C. Dipake khusus buat pameran Jakarta 32°C, acara empat tahunannya Ruang Rupa. Pameran khusus buat mahasiswa-mahasiswa. Pameran di gedung C ini konseptual banget, dank arena tentang Jakarta, jadi gampang dimengerti. Sayangnya, gue bahkan ga sempat berkunjung ke gedung C, faktor malas sih.
Galnas, Bangsal. Gedung yang satu ini khusus buat RURU.Net yaitu kolaborasi antara RURU dan jaringan-jaringan kerja atau network-nya, dari yang gue baca, sih, ada 25 komunitas seni yang terlibat dalam kolaborasi RURU.Net ini. Isinya nggak jauh beda sama gedung A, kebanyakan instalasi, yang ngebedain adalah pertama, jumlahnya lebih banyak dan struktur pamerannya yang nggak biasa, karena begitu masuk akan ditemukan konstruksi-konstruksi tinggi, besi-besi, papan-papan, terasa seperti di dalam bangunan yang belum selesai. Dan instalasi-nya ada berbagai macam; fotografi, poster, stiker, video, album, media, kaos, dan banyak lainnya.

Secara keseluruhan, pameran-pameran di Decompression #10 Menarik banget karena konsep-konsep dan karya-karyanya yang unik. Dan buat yang berkesempatan datang, feel free to regret it, guys ;p

Hope you enjoy reading my post


Cheers and beer,
Lisnaadwi

P.S. review pameran Decompression #10 di Galeri Cipta II, TIM akan menyusul ya :)

You Might Also Like

0 Comments

Instagram

Subscribe