Perpustakaan Kebudayaan dan Pariwisata (Updated)

10:51 AM

Kemaren gue sama Mira berkunjung ke Perpustakaan Kebudayaan dan Pariwisata di Jl. Medan Merdeka Timur no.14. sebelahan sama Galeri Nasional.
Buat lo yang nggak tau perpustakaan ini, ini sengaja gue post di sini biar lebih banyak lagi orang yang tau karena menurut gue perpus ini oke banget, menyimpan banyak banget buku-buku bagus tentang Indonesia dan kebudayaannya. Ini adalah tempat kalo lo pengen tau lebih banyak tentang negara yang lo tinggali ini.

Nama: Perpustakaan Kebudayaan dan Pariwisata, berdiri di bawah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
Alamat: Jln. Medan Merdeka Timur no. 14 Jakarta Pusat.
Jenis perpustakaan: Perpustakaan khusus

Dari luar sih tempat ini nggak terlihat seperti perpustakaan karena nggak ada plang yang menunjukkan kalo ini perpustakaan, cuma ada tulisan jam buka perpustakaan 09.30-16.00. Pintu masuknya, pintu kaca. Dan begitu lo masuk, lo akan disambut sama bagian sirkulasi yang ramah, namanya bu Lis (bukan Lisna loh). Isi buku registrasi, titipin tas, terus masuk deh ke ruang koleksi. Ruang koleksinya ada dua. Yang pertama ada di lantai satu, yaitu koleksi dengan nomor klasifikasi 100-600 (Filsafat-Teknologi) tapi tetep semuanya tentang kebudayaan dan pariwisata. Kemudian, ada lagi di lantai dua, di sini sisanya, koleksi dengan nomor klasifikasi dari 700-900 (Seni-sejarah).

Tempatnya juga nyaman, cahayanya juga nyaman buat baca. Mereka juga punya tempat khusus, ruang baca anak, ada semacam panggung persegi yang mengelilingi pilar ruangan, koleksi buku anak-anaknya juga banyak.

Hal yang paling gue suka dari perpustakaan ini adalah koleksinya yang bagus-bagus banget, sayang banget kalo nggak dimanfaatin. Jujur gue baru satu kali kemaren ke perpustakaan ini, tapi gue langsung suka sama koleksi-koleksinya dan berencana bakal ke perpustakaan ini lagi.

Berikut ini gambar-gambar yang gue ambil di perpustakaan Kebudayaan dan Pariwisata:



Yang dua ini adalah ruang baca anak, ruang pertama yang akan menyambut lo begitu masuk.


Ini koleksi buku anak-anak. Salah satunya bisa buat belajar bahasa Inggris tuh.
Berikut ini adalah foto-foto rak dan beberapa koleksi perpustakaan ini


yang ini jadi buku favorit gue di perpustakaan Kebudayaan dan Pariwisata.




Salah satu kegiatan perpustakaan ini adalah mengumpulkan berita tentang pariwisata di Indonesia dan hasilnya adalah majalah ini yang jumlahnya banyak banget.

Tapi di luar semua itu, sangat disayangkan sekali perpustakaan ini sepi pengunjung. Kemaren aja kemungkinan besar cuma gue dan temen gue doang yang dateng. Tempat ini super-duper sepi, padahal isinya OKE banget. Jadi, sumpah sayang banget. Tempat ini bisa ngasih lo banyak banget tentang Indonesia (berapa kali ya gue udah nulis kalimat ini?).
Kenapa tempat ini sepi pengunjung? Karena kurang promosi.
Kenapa bisa kurang promosi? Kurang dana.
Loh kok kurang dana? Katanya berdiri di bawah kementerian?
Wah pertanyaan besar itu! :p

Over all, buat kalian yang ngaku cinta Indonesia, dateng deh ke perpustakaan ini, sekali aja. Karena lo bakal nemu banyak buku kece bin oke di sini.
Buat anak Indonesia, tapi skeptis mulu sama Indonesia, huh harus banget dateng ke perpustakaan ini. Jangan cuma sekali, berkali-kali. Lo liat-liat koleksinya, baca-baca. Semoga, sih, abis itu lo jadi lebih mencintai negara yang lo tinggali ini. Ngeliat sisi indahnya Indonesia, jangan sisi buruknya aja.
Baca-baca biar lo tau (ngutip kata-katanya Pandji Pragiwaksono):
Indonesia punya apa yang negara lain punya.Dan Indonesia juga punya apa yang nggak dimiliki sama negara lain


Just visit this library, guys. It is free to get in, you don't have to pay anything to visit it. Just pay for the transportation.


Cheers and Beer,
Lisnaadwi

P.S. Pandji Pragiwaksono pernah bilang di launching buku-e "Duta kebudayaan Indonesia yang sesungguhnya adalah para tukang becak di jalan Malioboro". Gue cuma mau nambahin, ada duta kebudayaan lain, yaitu "BUKU".
P.S. Gue merekomendasikan sebuah buku yang harus lo baca kalo berkunjung ke sini, judulnya "This is Indonesia" dan "Indonesia: Islands of the Imagination"

UPDATE:
Perpustakaan ini sudah tutup, sayangnya kurang tahu juga sejak kapan. Terakhir ke Galeri Nasional Indonesia untuk lihat pameran tetapi perpustakaan ini sudah tidak memperlihatkan adanya aktivitas.

You Might Also Like

1 Comments

Instagram

Subscribe